Kamis, 05 Januari 2017

Firewall ( NIDS & HIPS ) Pada Keamanan Jaringan



FIREWALL ( NIDS DAN HIPS ) PADA KEAMANAN JARINGAN
 Latar belakang
            Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
 Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.
Karena kurangnya pengetahuan tentang firewall maka penulis mengangkat materi tentang firewall untuk membantu pembaca mengetahui tentang firewall.
Pembahasan
DEFINISI IDS
IDS (Intrution Detection System)  adalah sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap traffic jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah sistem jaringan. Jika ditemukan kegiatankegiatan yang mencurigakanberhubungan dengan traffic jaringan maka IDS akan memberikan peringatan kepada sistem atau administrator
jaringan.
Dalam banyak kasus IDS juga merespon terhadap traffic yang tidak normal/ anomali melalui aksi pemblokiran seorang user atau
alamat IP (Internet Protocol) sumber dari usaha pengaksesan jaringan.
IDS sendiri muncul dengan beberapa jenis dan pendekatan yang berbeda yang intinya berfungsi untuk mendeteksi traffic yang mencurigakan didalam sebuah jaringan. Beberapa jenis IDS adalah : yang berbasis jaringan (NIDS) dan berbasis host (HIDS). Ada IDS yang bekerja dengan cara mendeteksi berdasarkan pada pencarian ciri-ciri khusus dari percobaan yang sering dilakukan.    Cara ini hampir sama dengan cara kerja perangkat lunak antivirus dalam mendeteksi dan melindungi sistem terhadap ancaman. Kemudian ada juga IDS yang bekerja dengan cara mendeteksi berdasarkan pada pembandingan pola traffic normal yang ada dan kemudian mencari ketidaknormalan traffic yang ada. Ada IDS yang fungsinya hanya sebagai pengawas dan pemberi peringatan ketika terjadi serangan dan ada juga IDS yang bekerja tidak hanya sebagai pengawas dan pemberi peringatan melainkan juga dapat melakukan sebuah kegiatan yang merespon adanya percobaan serangan terhadap sistem jaringan dan komputer.
Jenis-jenis IDS

NIDS (Network Intrusion Detection System)
IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju  dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic
yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.

HIDS (Host Intrution Detection System)
IDS jenis ini berjalan pada host yang berdiri sendiri atau perlengkapan dalam sebuah jaringan. Sebuah HIDS melakukan pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun dari luar hanya pada satu alat saja dan kemudian memberi
peringatan kepada user atau administrator sistem jaringan akan adanya kegiatankegiatan yang mencurigakan yang terdeteksi oleh HIDS
Kesimpulan
            Dengan adanya firewall dalam suatu sistem jaringan komputer diharapkan dapat melindungi informasi-informasi penting dan dapat memanajemen lalu lintas pengaksesan dari dalam maupun dari luar sistem. Guna meningkatkan kinerja seluruh bagian – bagian terkait mencapai kemaksimalan suatu koneksi atau jariangan dari dalam maupun luar yang memberi efek menguntungkan bagi si pengguna ( user ).
Sebagai salah satu sistem pengamanan jaringan dan komputer, IDS hanya cocok digunakan sebagai salah satu sistem pengamanan dan tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya sistem tunggal untuk mengamankan jaringan. Karena karakteristik IDS yang hanya berfungsi sebagai pendeteksi dan pemberi peringatan terhadap gangguan yang datang dari luar dan dalam sistem jairngan itu sendiri. Sehingga IDS harus dikombinasikan dengan beberapa metode pengamanan lain untuk melengkapi kekurangankekurangan yang dimiliki oleh IDS. Misalnya dengan menggunakan
Firewall sebagai tambahan.Banyak aplikasi IDS yang ada saat ini, namun yang paling banyak digunakan adalah aplikasi SNORT. Karena selain free Snort juga mendukung Semua platform Dan berbagai macam sistem operasi. Selain itu Snort juga berbasis open source.
Saran
Diharapkan kepada pembaca agar memberikan kritik dan saran yang membangun baik dari segi sistematika maupun dari segi isi,setelah membaca makalah ini semog dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca

Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia

Roji, Mukhamad Fatkhur. "SISTEM KEAMANAN INTERNET DENGAN MENGGUNAKAN IPTABLES SEBAGAI FIREWALL." DINAMIKA DOTCOM 1.1 (2010).

Sweetania, Dhian. "UJI COBA TEKNOLOGI SECURITY FIREWALL PADA SYSTEM NETWORKING DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT FOREFRONT THREAT MANAGEMENT GATEWAY." UG Journal 6.2 (2013).

Map Server dan Mab Proxy, Bagiann 2



Latar Belakang Masalah 
Map Proxy adalah proxy open source untuk data geospasial. Cache ini mempercepat dan mengubah data dari layanan peta yang ada dan melayani setiap dekstop atau web GIS klien.
Pembahasan
Permasalahan dan Solusi Masalah
Map proxy berfungsi untuk melakukan caching agar semua request tidak langsung diteruskan kepada map server. Hal ini dilakukan pentingnya menjaga performansi agar load peta tidak terlalu lama. Langkah instalasi :

# yummy install python-pip python-devel
# pip install MapProxy

Buat file config map proxy direktori /var/mapproxy
# cd /var/

kebutuhan mapproxy dbutuhkan port 8080 yan dibuka dari iptables atau firewall os dengan menggunakan perintah 
# iptables -I INPUT -p tcp --dport 8080 -j ACCEPT
# service iptables save

Cara melalukan konfigurasi MapProxy, yaitu :
1. Buat folder mapdata di /var pada drektori buat direktori baru dengan nama shp, mapfile, tmp dan common
2. Smpan file vektor shapefile peta didirektori /vaw/mapdata/shp (contoh file peta provinsi)
3. Edit file /var/mymapproxy/mapproxy.yml disesuaikan dengan konfigurasi data
4. Lalu jalankan mapproxy dengan perintah
# mapproxy-util serve-develop mapproxy.yml -b 0.0.0.0

Kesimpulan  
Map Proxy bersifat terbuka untuk data GIS ini

Saran 
Sebaiknya selalu diadakan praktik setiap minggu agar mahasiswa dapat lebih mengetahui tentang materi sistem geografis informasi

Data Diri :
Nama     : Fitriani M
NPM      : 1144001
Kelas      : 3D
Prodi      : D4 Teknik Informatika
Kampus  : Politeknik Pos Indonesia




Selasa, 27 Desember 2016

Web Server Pada GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM

MAP SERVER DAN MAP PROXY PADA GIS (GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM)

Latar Belakang
Informasi mengenai geografis semakin dibutuhkan oleh banyak pihak, misalnya informasi jarak antar daerah, lokasi, fasilitas, sumber daya alam yang dicari, dan banyak informasi lainnya. Informasi tersebut diperlukan pengguna untuk berbagai keperluan seperti penelitian., pengembangan dan perencanaan wilayah, serta manajemen sumber daya alam. Hanya saja penyebaran data spasial yang selama ini dilakukan dengan menggunakan media yang telah ada yang meliputi media cetak/peta, cd-rom, dan media penyimpanan lainnya dirasakan kurang mencukupi kebutuhan pengguna karena pengguna diharuskan dating dan melihat langsung data tersebut pada tempatnya. Hal ini mengurangi mobilitas dan kecepatan dalam memperoleh informasi mengenai data tersebut.
GIS atau dikenal dengan SIG marupakan salah satu solusi untuk mrndapatkan informasi geografi tersebut. Saat ini telah dikenal istilah – istilah Desktop GIS, WebGIS, dan Dtaabase Spatial yang merupakan wujud pengembangan teknologi GIS.
Map Server adalah salah satu program CGI (Common Gateway Interface) yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi GIS berbasis web. Map Server menyediakan beberapa fitur yang diperlukan untuk pengelolaan suatu peta, misalnya memperbesar atau memperkecil ukuran skala peta, pengolahan informasi yang berkaitan dengan suatu lokasi dan lainnya
Pembahasan
Map Server
Map Server adalah untuk mentransformasikan file vector shp geospasial menjadi web service gambar.
Cara Instlasi:
Disini praktekkan meggunakan Centos 6.8. untuk pemakai windows silahkan bisa meggunakan VirtualBox.
VirtualBox:
1.      Setting parameter ram 1 GB dan hardisk secukupnya (defauld 8 GB).
2.      Setting IP dengan cara edit file ifcfg-etho
Perintahnya adalah sebagai berikut:
#vi / etc / sysconfig / network – script / ifcfg – etho
Ubah onboot menjadi yes.
3.      Lakukan instalasi dependensi map server.
Untuk menambahkan repository, maka perintahya adalah sebagai berikut:
#rpm - uuh http://dounload.fedora project.org / puh / epel / 6 / x86 – 64 / epel – release – 6.8.noarch.rpm.
#rpm – uuh http://ellis.argeo.org / repost / 6 / elgis – release – 6 – 6 – 0.noard.rpm
#wget http://elgis.orgeo.org / repos / 6 / elgis / x86 – 64 / gdal – 1.9.2.-4.el 6.x86 – 64.rpm
4.      Exclude armadillo dar repo epel , dengan perintah sebagai berikut:
#vi / etc / yum.repos.d / epel.repo
Tambahakan: Exclude = armadillo * setelah baris gpg key.
5.      Instalasi armadillo
#yum install armadillo -3.800.2-2.elb. x86 – 64.rpm
6.      Lanjut instalasi depondensi:
#yum install gpsbabel
#yum install gdal
#yum install mapserver
#yum install glibc
#yum install libpng libpng- devel
#yum install gd gd-devel
#yum install giflib-devel
#yum install proj-devel
7.      Selesai, cek path instalasi;
#rpm-gl mapserver.
Instalasi Map Proxy
Map Proxy adalah aplikasi untuk membuat temperoray gambar pada client tidak request langsung ke map server sehingga performasi lebih baik.
Cara Install:
#yum install python-pip python-devel
#pip install map proxy
#mapproxy-util create-t base-config anu

Jika sudah selesai instalasi, maka coba undu peta Indonesia beserta konfig map file dan map proxy di menu gis dengan alamat website adalah www.halaman.dounload .

Kesimpulan:
Ada beberapa kesimpulan yang diambil setelah menyelesaikan tugas ini adalah sebagai berikut:
1.      Map Server dapan digunakan untuk membangun aplikasi web based GIS yang interaktif.
2.      Map Server dapat memudahkan pengaksesan data spasial real time.
Saran:
Ada beberapa kritik dan saran yang perlu disampaikan, dengan harapan akan menjadi suatu masukan yang bermanfaat, yaitu:
1.      Pengembangan aplikasi MapServer dengan menggunkaa bahsas script seperti PHP/Mapscript atau Javascript agar memudahkan interaksi pengguna.
2.      Adanya suatu dukungan sarana/peralatan yang dibutuhkan dalam melakukan proses pembuatan GIS akan membantu menghasilkan GIS yang lebih akurat.
3.      Penambahan fitur yang dibutuhakan seperti penambahan data raster, fungsi searching dan tool tips.
Data Diri :
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia
Link Plagiarisme:

Firewall Pada Keamanan Jaringan Tugas 7

FIREWALL PADA KEAMANAN JARINGAN

 Latar belakang
            Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
 Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.
Karena kurangnya pengetahuan tentang firewall maka penulis mengangkat materi tentang firewall untuk membantu pembaca mengetahui tentang firewall.
Pembahasan
Firewall adalah aturan dalam jaringan untuk bisa ditemukan atau tidak sebuah paket IP.
Firewall memiliki 3 rules utama yaitu sebagai berikut:
1.      Rule Pass
Rule Pass adalah meneruskan paket IP dari pengirim ke tujuan.
2.      Rule Block
Rule Block adalah  melarang paket untuk diteruskan tanpa pemberitahuan kepada pengirim.
3.      Rule Reject
Rule Reject adalah melarang paket untuk diteruskan dengan pemberitahuan.

Apa yang dijadikan parameter  yaitu berupa:
1)      IP        = Contohnya adalah 192.168.1.1
2)      Port     = Contohnya adalah 80

Cara Kerjanya adalah sebagaiberiut:
Mengatur IP dan Port berapa saja yang diperbolehkan  dan atau dilarang.

Kesimpulan
1. firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
1.      Jenis-jenis Firewall yaitu: Personal firewall dan Network firwall
2.      Fungsi firewall
Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
3. Cara kerja firewall
Packet –filter firewall
Circuit-level gateway
Aplication leve firewall
NAT firewall
Stateful firewall
Virtual firewall
Transparent firewall
Saran
Diharapkan kepada pembaca agar memberikan kritik dan saran yang membangun baik dari segi sistematika maupun dari segi isi,setelah membaca makalah ini semog dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca

Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia

Senin, 21 November 2016

EDITING dan DELETE DATA GEOSPASIAL " Tugas 6 "

EDIT, DELETE DATA GEOSPASIAL




Latar Belakang
Kita telah mengetahui bahwa perkembangan teknologi ini akan semakin maju. Sehingga banyak cara  yang kita gunakan untuk memunculkan penemuan yang baru yang ada di dunia ini, dimana yang dimaksud adalah perkembanagan teknologi untuk kedepannya. Penemuan yang dimaksud adalah salah satunya adalah GIS. Dengan adanya penemuan tersebut maka sangat membantu dalam menyelesaika masalah.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa adanya kemajuan maka system tersebut tidak berguna. Oleh karena itu saling mendukung satu sama lain. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan jaringn
Dengan adanya perkembangan tersebut maka kita akan lebih mengerti dengan penggunaan system tersebut, karena dengan aplikasi ini maka dapat membantu dalam melakukan interaksi sehingga komunikasi yang dilakukan berjalan dengan lancar.
Di saat kita melakukan digitasi, hasil penggambaran akan tampak pada monitor komputer. Melalui monitor komputer, kita akan mengetahui jika terjadi kesalahan. Oleh karena itu, perlu dilakukan editing pada data yang sudah masuk. Editing merupakan suatu proses perbaikan hasil digitasi. Kesalahan yang sering terjadi pada waktu digitasi adalah overshoot dan undershoot.

Pembahasan
Writer() Adalah method di shapefile untuk membuat file shp baru (shp dan dbf)
Editor() berfungsi untuk melakukan editing pada shapefile         
Contoh: delete record.
Skrip  Writter:
Ø  Python
Ø  Import shapefile
Ø  Sf = shapefile.writer(shapeType=1)
Ø  Sf = field(‘NAMA’,’C’,’40’)
Ø  Sf = field(‘PEMILIK’,’C’,’’40’)
Ø  Sf = record(‘Warung Nasi’,’Asep Dinamo’)
Ø  Sf = point(10.10)
Ø  Sf.save(‘warteg.shp’)
Ø  Exit().
Skrip Edit:
Ø  Python
Ø  Import shapefile
Ø  Sf = sahefile.Editor(‘war.shp’)
Ø  Sf = point(16,10,0,0)
Ø  Sf = record(‘Padang’)
Ø  Sf = save()
Ø  Sf = save(‘war.shp’)
Ø  A= shapefile.Reader(‘war,shp’)
Ø  A = records()
Ø  A.shapes().Points
Ø  A.shapes()[0]
Ø  A.shapes()[0] Points
[[10.0,10,0]]

Skrip Delete:
Ø  Sf.Delete(0)
Ø  A.shapes()[0].Points
[[10,0,10,0]]
Ø  Sf = Point(16,10,0,0)
Ø  Sf = record(‘Padang’)
Ø  Sf = save(‘war.shp’)
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka kita dapat menarik kesimpulan dengan adanya GIS maka komunikasi yang dilakukan oleh manusia dapat berjalan dengan adanya GIS, GIS juga dapar digunakan untuk bisnis sehingga bisnis yang kita jalanka akan berjalan dengan baik. Misalkan kita ambil contoh yaitu salah satu perusahan, maka pads pembahasan kali ini kita dapat menggunakan cara – cara shapefile dengan menentukan daerah-daerah dengan jauh
Saran
Untuk lebih baik baik kedepannya, carilah referansi yang lengkap dan mudah dimengerti sehingga dapat ilmu yang banyak dan bermanfaan.
Data Diri :
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia

Denial Pada Keamanan Jaringan " Tugas 6"

DENIAL OF SERVICE


Latar Belakang
Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan   perkembangan pola berfikir umat manusia sebagai mahluk sosial yang mempunyai naluri ingin tahu, ingin mengenal, ataupun berkomunikasi. Inovasi dibidang teknologi informasi dan komunikasi telah berhasil menemukan dan menciptakan antara lain telepon, handpone, komputer dan internet.
Pembahasan
Danial Of Service adalah suatu metode yang sudah putus asa mencoba berbagai cara..
Bagaimana dia bekerja:
Membuat reg biasa terhadap derver melebihi kapasitas pelayanan service sehingga server tidak bisa melayani permintaan lainnya.
Kapasitas layanan web missal x
Misalkan terdapat server, user 1, dan user 1.
Analisis: Jika user 2 membuat reques sebanyak x maka user 1 tidak dilayani/denial, tetapi server masih hidup hanya saja sebuk melayani user 2.
Hal – hal yang perlu disiapkan penyerang:
1.      Hanya request sebanyak x
2.      Jika belum bisa mencapai x maka panggil temen – temen, bergabunglah yang lain dalam membentuk distributer DOS.

Terdapat TOR dan Deep Web
Sbelum mengenal TOR, terdapat Onion network.

Onion Nework
Application
Transport
IP
Network Access


Kesimpulan
Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, yang berjudul DoS, maka dapat diambil kesimpulan bahwa  Pada dasarnya sudah ada kebijakan hukum pidana yang mengatur terkait penyalahgunaan informasi. Namun dalam penegakan hukumnya masih membutuhkan tindakan yang tegas dan kesadaran dari penegak hukum dan subjek hukum yang menjalankannya. Selain memang kebijakan hukum pidana itu sendiri memang memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Kelemahan dari setiap kebijakan hukum pidana baik dalam hukum pidana umum atau khusus dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan harus menjadi solusi hukum yang tepat. Dalam memenuhi kebutuhan dan penyelesaian masalah nasional. Setiap kebijakan hukum pidana yang mengatur mengenai kejahatan teknologi informasi tersebut diharuskan tidak ada tumpang tindih agar dalam law inforcement tidak berbenturan realisasi muatan materinya.


Saran
Tidak bisa dipungkiri kalau realita saat ini bahwa peraturan perundang-undangan yang dijadikan sebagai kebijakan hukum pidana menanggulangi setiap kejahatan masih belum maksimal. Tidak efektif menjadi problem solving masalah hukum dan kebutuhan setiap masyarakat. Masih adanya muatan materi masing-masing yang saling over laping atau tumpang tindih. Sehingga perlu dilakukan pembentukan kebijakan hukum pidana dengan metode yang tidak asal jadi. Meski memang seburuk-buruknya sebuah hukum jika dilaksanakan dengan proses dan tujuan baik tentu akan menghasilkan produk yang baik pula. Sayangnya hukum di Indonesia sudah baik tetapi penegakan dan kesadaran hukum dari aparat hukum dan subjek hukum yang harus diperbaiki

Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia