Selasa, 15 November 2016

Sistem Informasi Geografis " Membuat Data Geospasial" Tugas 5

MEMBUAT DATA GEOSPASIAL

Latar Belakang
Kita telah mengetahui sebuah file shapefile adalah sebuah file yang berisi data tentang tata letak di muka bumi, shapefile itu sendiri telah banyak disediakan contohnya seperti yang disediakan oleh ESRI namun kita tidak tahu bagaimana cara membuat shapefile itu sendiri, oleh karna itu disini kita akan mengulas tentang bagaimana cara membuat shapefile tersebut.
Pembahasan
Membuat Data Geospasial
Langkah – langkah dalam membuat data geospasial yaitu sebagai berikut :
Import shapefile
a = shapefile.writer()
Format data goespasial ada 2 yaitu shp dan dbf :
1.      Shp = a.point (x,y)
a.poly [[x,y], [v,w]]
      2.   dbf = a.field(‘name.field,’c’,’40’)
                        a.record(‘Bdg’)
 Perintah ini berarti kita membuat sebuah atribut table bernama kota dengan tipedatavarchar dengan panjang 40 karakter, kemudian jika ingin menambahkan data maka dapat dilakukan dengan perintah :
      Record(‘Bandung’
)
disimpan menggunakan method a.save(‘file.shp’) arti method di writer.
-          Point (x,y) yaitu memasukan data bentuk point ke dalam shp, dan seluruh data harus format ESRI
-          Poly ([a,b], [c,d]) yaitu memasukka data geospasial berbentuk polygon ( kembali ketitik awal) atau poliline ( tidak kembali ke titik awal)
-          Field  (‘nama’,’c’,’40’) artinya membuat atribut tabel dengan ‘nama’ dengan tipe data varchar panjang 40.
Method ini bisa diulang terus dilakukan untuk kebetulan file baru lagi
-          Record (‘Bandung’) adalah mengisi tabel yang hanya satu file dengan value = Bandung.
-          Save (‘ nama file’) adalah untuk menyimpan file save file.
Kesimpulan
Dengan menggunakan python kita tidak hanya dapat membaca shapefile yang telah tersedia namun kita juga dapa membuat sebuah shapefile sendiri.
Data Diri:
Nama   : Fitriani M
NPM   : 1144001
Kelas   : 3D
Prodi   : D4 Teknik Informatika
Kampus : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

Spoofing Pada Keamanan Jaringan " Tugas 5"

SPOOFING PADA KEAMANAN JARINGAN

Latar Belakang
Pada zaman semakin meningkat ini, banyak orang yang menggunakan jaringan internet untuk berkomunikasi maupun untuk hal lainnya. Seiring perkembangan zaman ini, kebutuhan jaringan internet sangat beragam, Namun tidak sedikit orang yang peduli dengan keamanan jaringan yang mereka gunakan. Sehingga memberikan celah luas untuk orang yang tidak bertanggung jawab untuk digunakan. Salah satu contohnya adalah orang akan memberikan alamat palsu sehingga orang akan terjebak dengan alamat palsu tersebut, seperti dengan melakukan spoofing. Spoofing Ini merupakan istilah bahasa Inggris yang berasal dari kata spoof, spoof adalah kegiatan mengimitasi alamat palsu. Jadis poofing adalah proses pemberian alamat palsu kepada korban, sehingga korban akan terjebak apabila mengikuti alamat palsu tersebut. Oleh karena itu, melalui jalur ini hak akses target dapat diketahui oleh orang yang melakukan sniffing sehingga dapat dengan mudah untuk menggunakan hak akses yang ditarget.
Pembahasan
Spoofing
Spoofing Ini merupakan istilah bahasa Inggris yang berasal dari kata spoof, spoof adalah kegiatan mengimitasi alamat palsu. Jadi spoofing adalah proses pemberian alamat palsu kepada korban, sehingga korban akan terjebak apabila mengikuti alamat palsu tersebut. Jika telah mengikuti alamat palsu tesbut maka sudah terjebak. Ada 2 jenis – jenis Spoofing :
1.      Arp, adalah menipu korban dengan memberikan alamat MAC palsu, bentuk tabelnya berisi IP dan MAC.
2.      DNS, adalah menipu korban dengan memberikan IP palsu, bentuk tabelnya berisi Domain dan IP.
Contoh Proses Untuk ARP :
Router R sebagai akses poin, router ini akan melewatkan data ke internet baru bisa ke inten, Cara nya adalah harus melihat alamat fisik router yang ada pada Alamat, maka dapat mengirimkan paket ke internet. Untuk lebih jelasnya liat penjelasan dibawah ini :
1.      A ingin berkomunikasi ke internet sehingga A harus melewati router R agar bisa menuju ke Internet. Cara nya adalah harus melihat alamat fisik router yang ada pada Alamat
2.      A bisa menuju ke Router R dan melihat tabel alamat pada dirinya atau tabel ARP maka dapat melihat paket sehingga dapat di teruskan ke Internet.
3.      B ingin menipu A agar tidak sampai ke internet dengan memberikan tabael palsu. Memberikan tabel palsu untuk di update di tabel miliknya, sehingga router itu alamat fisiknya B  dimana B adalah dirinya sendiri.
4.      Sehingga A melihat tabel palsu yang dikirim oleh B, dan mengira B adalah Router, Oleh karena itu aliran menuju Internet terputus
Contoh Proses Untuk DNS :
A ingin masuk ke google.com tapi ternyata d google.com isi adala localhost B sama aja.
Perbedaan tabel pada ARP dan DNS adalah , kalau ARP itu adalah Arp table, kalau DNS adalah Domain.
Cara Menanggulangi adalah sebagai berikut :
1.      Tidak menerima tabel dari siapapun.
2.      Membuat tabel statis yang tidak bisa diubah atau diupdate. Memastikan tidak ada yang memberikan tabel palsu dengan cara, membuat tabel fiks yang tidak bisa di update termasuk router jika memberikan mengupdate tabel ARP tidak berpengaruh, jadi harus membuat tabel ARP yang Fiks.

Phising
Phising adalah tehknik untuk mengkopi struktur website, jadi contoh yang paling sering adalah klik BCA. www.klikBCA.com tapi ada yang membuat iseng atau criminal duplikasi content websitenya di alamat www.clickBCA.com, artinya jika di ucapkan secara biasa orang akan cendrung menggunakan click BCA jadi website tersebut yang terbuka. Bentuk situsnya mirip.
Kita dapat mengetahui ini phising atau bukan dengan cara :Melihat sertifikat https yang terverifikasi secara organisasi 
Kesimpulan
IP Spoofing adalah masalah tanpa solusi yang mudah, karena itu melekat dengan desain TCP/IP suite. Memahami bagaimana dang mengapa serangan spoofing digunakan, dikombinasikan dengan beberapa metode pencengahan yang sederhana, dapat membantu melindung jaingan anda dari cloaking berbahaya dan teknik cracking.

Data Diri :
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat


Senin, 07 November 2016

Retrieve Data Geospasial "Sistem Informasi Geografis, Tugas 4"

RETRIEVE DATA GEOSPASIAL
Latar Belakang
Sistem Informasi Geografis  adalah sistem yang telah dirancang untuk dapat digunakan untuk menangani data yang memiliki ruang  sehingga dapat dikatakan GIS juga dapat menggabungkan data untuk menhasilkan output yang dapat dijadikan dengan referensi untuk memutuskan masalah geografis. Pada GIS ini terdpat dua sistem yaitu sistem yang masih manual dan sistem yang sudah otomatis dengan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tetapi sekarang itu GIS yang digunakan adalah  GIS yang sudah otomatis untuk mengelolah data. Sehingga data yang dikelola itu efektif dan efesien.
Aplikasi GIS ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data tersebut berupa objek yang memiliki bentuk yang fisik serta memiliki lokasi. Oleh karena itu Sistem Informasi Geografis ini bertujuan untuk memudahkan dalam memperoleh informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut pada lokasi atau onjek. Data yang dapat diolah yaitu data yang berupa data spasial, dimana data spasial adalah data yang yang berkaitan dengan dengan lokasi keruangan yang pada umumnya berbentuk peta. Sehingga penyajian data spasial terbagi menjadi 3 yaitu point, poliline, dan polygon. Dan juga struktur data spasial ini dibagi menjadi 2 yaitu model data raster dan model data vector
Pembahasan
RETRIEVE DATA GEOSPASIAL
Jadi kita akan mengambil data geospasial vector ESRI shapefile. Seperti kita ketahui shapefile terbagi menjadi 2dbf dan shp.dbf adalah table atribut data. Shp adalah data geometri. Dimana data geometri itu geeometri standar ESRI yaitu Point, Poliline, Poligon. Poin itu adalah berupa titik, poliline adalah  berupa garis dan polygon adalah berupa daerah yaitu pertemuan antara titik awal dengan titik akhir, dapat dikatakan jugabahwa polygon adalah titik awal = titik akhir.
 Nah itu adalah data geospasial vector atau shapefile standar ESRI.Operasi pada python, pada python kit mengenalada library pyshp, dari library pyshp kita panggil dengan cara import shapefile. Istansiasi kelas shapefile kepada sebuah variable sf = shapefile.Reader(‘bts.negara.shp). sf adalah istansiasi, shapefile adalah kelas, Reader adalah method, (‘bts.negara.shp) adalah parameter fileshp. Maka disini variable sf adalah istansi dari kelas shapefile, kita bisa jalankan method di variable sf. Misalkan disini kita menggunakan instansi sf maka method terbagi 2 yaitu yaitu dbf dan shp. Method dbf jika kita menggunaka instansi sf sehingga dapat menggunakan atribut data.
Atribut data dbf terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.      sf.fields dapat digunakan untuk melihat atribut table.
2.      sf.records() dapat digunakan untuk mengambil semua record
3.      sf.record(n) digunakan untuk mengambil baris ke-n record
Atribut data shp terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.      sf.shapes() digunakan untuk mengambil semua record data geometri.
2.      sf.shape(n) dapat digunakan untuk megambil record ke-n pada baris.
Cara akses data objek itu bias melihat dengan Dir(a) yaitu terdapat beberapa bagian:
1.      BBOX atau disebut juga bonding box yaitu titik pinggiran peta, misalkan peta Indonesia terdapat titik pingiran a, b, c, dan d itulah disebut dengan bonding box dimana peta itu bisa dilihat dengan persegi panjang.
2.      Parts itu adalah apakah record ini bagian dari record lain tapi jarang digunakan.
3.      Points adalah koordinat pembentuk shapetype.
4.      Shapetype adalah data geometri standart ESRI.
Cara aksesnya adalah variable harus ditampung terlebih dahulu yaitu:
a.box
a.shapetype
a.poits

Pada data geospasial dapat melakukan select pada shapefile dengan menggunakan looping. Misalkan mencari data Indonesia sf.for a in sf.records(): memiliki algoritma yaitu mengambil data semua di iterasi 1.



Operasi Pengambilan data dengan Python
Membaca Jumlah data geometri:
>> import shapefile
>> sf = shapefile.Reader(“namafile.shp”)
>> sf.shapes()
>> a = sf.shapes()
>> len(a)

Membaca Jumlah data Geometri:
>> import shapefile
>> sf.records()
>> sf.records(n)
Kesimpulan
Retrive data geospasial adalah salah satu cara yang digunakan untuk memudahkan dan mempercepat dalam pencarian data ( data retrieval). Sehingga data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data table yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.


Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

OOP PADA PYTHON MENGGUNAKAN SOCKET "Keamanan Jaringan, Tugas 4"

OOP DI PYTHON MENGGUNAKAN SOCKET
Latar Belakang
Pada zaman semakin meningkat ini, banyak orang yang mengguakan jaringan internet untuk berkomunikasi maupun untuk hal lainnya. Seiringperkembangan zaman ini, kebutuhan jaringan internet sangat beragam, Namun tidak sedikit orang yang peduli dengan keamanan jaringan yang mereka gunakan. Sehingga memberikan celah luas untuk orang yang tidak bertanggung jawab untuk digunakan. Salah satu contohnya adalah orang yang mengakses dengan cara yang kurang baik, seperti dengan melakukan sniffing. Sniffing adalah salah satu cara untuk melakukan intercepting jaringan. Jadi, orang yang melakukan sniffing akan mudah masuk kedalam jalur dimana terdapat paket data seseoang yang terkoneksi denga n jaringan data. Sehingga paket data tersebut akan dilalui oleh orang yang melakukan sniffing. Oleh karena itu, melalui jalur ini hak akses target dapat diketahui oleh orang yang melakukan sniffing sehingga dapat dengan mudah untuk menggunakan hak akses yang ditarget.
Pembahasan
Pada python kita dapat menggunakan OOP dengan cara:
1.      Buat file anu.py
2.      Isi :
From socket import socket, AF_INET, SOCK_STREAM
Class Anu (objek):
                              Def isOpen (self, IPADD, PORD):
                        S= socket (AF_INET, SOCK_SREAM.
                        RETURN s.connect.ex((IPADD, PORT))

3.      Panggil di program utama/ console
Import anu
4.      Instansiasi ke variable
a = anu.Anu ()
5.      Panggil method
o = terbuka
SNIFFING
Apa itu Sniffing???
Sniffing adalah kegiatan untuk membaca paket data yang beredar di jaringan, setiap computer yang ada di jaringan itu akan menaruh paket, IP adalah paket dikirim kejaringan, pada hakekatnya jaringan itu berupa kabel. Misalkan ada computer, terhubung oleh switch dengan menggunaka kabel, di kabel tersebut terdapat paket, dengan adanya paket tersebut  maka tersambunglah pada switch sehingga paket tersebut sampai, dan dapat d teruskan ke computer lain. Itu merupakan bagaimana penggunaanswitch. Sedangkan hub, itu caranya berbeda lagi yaitu hub tersebut langsung mengirim paket tersebut tanpa dengan pemilan, sedangkan switch tadi itu kebalikan dari hub. Oleh karena itu, Sniffing adalah praktek membaca paket IP dari node 1 ke node yang lainnya. Dengan memiliki metode yaitu dengan melakukan intercepting jaringan/ masuk ke jalur, dimana paket melalui jalan itu ( Pemalakan). Jadi di dalam intercepting ini kita akan melakukan pemalakan pada jaringan. Tools Sniffing terbagi 3  yaitu wire sharh, TCP dump, dan Socket python.
Contoh Sekenario:
1.      Wifi kampus
2.      Laptop dosen
3.      Laptop Mahasiswa
Cara untuk menggukan akun dosen, yaitu caranya adalah sebagai berikut:
1)      Jaringan wifi kampus terdapat laptop dosen dan laptop mahasiswa tergabung dengan satu akses poin.
2)      Mahasiswa membuka sniffer di laptop.
3)      Dosen login dengan hotspot itu dengan artian dosen menyimpan paket di jaringan wifi berupa user, password from HTML method post.
4)      Sniffer di laptop mahasiswa menangkap data tersebut.
5)      Mahasiswa memakainya untuk login hotspot menggunakan akun dosen.

Cara Menggunakan/ Counter Messure dengan Mengamankan:
1)      Ubah HTTP menjadi HTTPS.
2)      Gunakan enkripsi AES/ yang lebih timggi pada enkripsi HTTPS.
Kesimpulan
Sniffing adalah kegiatan penyadapan pada lintas data di jaringan computer dengan membaca paket IP orang lain dengan menggunkan suatu device. Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan computer dengan memanfaatkan mode premicious pada Ethernet.
Saran
Sniffing merupakan hal yang tidak baik, karena dapat merugikan orang lain. Apabila kalian mencoba untuk melakukan sniffing tersebut maka kalian harus mempertanggung jawabkan pekerjaan kalian sendiri.


Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat




Senin, 31 Oktober 2016

Anatomi Hacking Keamanan Jaringan Pertemuan 3

KEAMANAN JARINGAN ANATOMI HACKING


LATAR BELAKANG
Salah satu teknologi telekomunikasi yang sangat diminati dan mulai banyak digunakan adalah teknologi wireless atau yang dikenal dengan teknologi nirkabel. Teknologi nirkabel memang memiliki beberapa keunggulan diantara adalah simpel dan praktis, untuk memanfaatkan teknologi ini orang tidak harus repot-repot menarik kabel jaringan supaya komputer kita bisa menikmati fasilitas internet, sehingga kesemerawutan karena banyaknya jalur kabel yang biasanya terjadi dan menyebabkan pemandangan menjadi kurang enak dilihat dapat diminimalkan. Teknologi nirkabel yang saat ini digandrungi dan mulai banyak diaplikasikan dibanyak tempat umum seperti: Mall, bandara, hotel-hotel, café-café, kampus, perkantoran, taman-taman umum bahkan perumahan warga (RT/RW net) adalah teknologi WiFi.
Pada kesempatan kali ini, materi yang akan dibahas adalah anatomi hacking, dimana anatomi hacking adalah sebuah langkah yang disusun secara sistematis dimana dapat dilakukan untuk proses hacking yang dapat digunakan dalam melakukan serangan hacker dengan memiliki tujuan yang jelek terhadap jaringan.
Oleh karena itu dalam anatomi ini akan membahas langkah – langkah dalam anatomi hacking yang memudahkan dalam perlindungan terhadap organisasi yang efektif dan efesien.

PEMBAHASAN

PENGERTIAN ANATOMI
Anatomy of Hacking (Anatomi Hacking) merupakan langkah-langkah yang sistematis yang dapat dilakukan dalam proses Hacking. Anatomi Hacking dapat digunakan untuk bertahan dari serangan-serangan Hacker yang bertujuan negatif terhadap sistem keamanan jaringan kita. Oleh karena itu, langkah-langkah yang terstruktur akan lebih memudahkan dalam perlindungan terhadap aset organisasi secara efektif maupun efisien.

         Berikut ini adalah Langkah-langkah dalam Anatomi Hacking yaitu sebai berikut:

  • Reconnaissance
  • Scanning
  • Gaining Access
  • Maintaining Access
  • Clearing Tracks
Untuk penjelasan mengenai langkah-langkah dalam Anatomi hacking akan dipaparkan sebagaimana penjelasan dibawah ini.
Langkah-Langkah
Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan apa saja langkah-langkah dalam Anatomi Hacking berikut penjelasan dari setiap langkah serta contohnya.
  1. Reconnaissance
Reconnaissance secara gramatikal mempunyai makna Pengintaian , untuk spesifiknya ialah memetakan jaringan dan menjelajahi sebuah jaringan. Serangan ini dilakukan untuk mencari titik kelemahan dari jaringan yang akan dijadikan korban. Pada langkah ini, keberhasilan seorang hacker ditentukan bagaimana ketelitian dalam mempelajari semua tentang jaringan korban yang akan diincar serta mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pada langkah ini, tidak ada suatu bentuk gangguan terhadap jaringan korban. Ada 2 bentuk aktivitas yang dilakukan dalam langkah Pengintaian ini, antara lain :
  • Passive Reconnaissance : Kegiatan memonitor data melalui jaringan komputer, menganalisa dan menarik kesimpulan dari informasi yang didapat tanpa merubah paket data. Contoh : Sniffing, dan Information Gathering
  • Active Reconnaisance : Kegiatan untuk mendapatkan akses kepada sistem informasi jaringan dengan menelusuri sistem target. Biasanya melibatkan port scanning, firewall maupun router. Proses pemanfaatan sistem kemudian dilakukan setelah hacker telah menemukan cara untuk mengakses sistem. Contoh : Mengakses host, mencari port-port, letak router, dan detail OS yang digunakan.
  1. Scanning
Tahapan pre-attack dimana Hacker mengumpulkan informasi jaringan korban yang lebih spesifik daripada langkah sebelumnya yaitu Reconnaissance. Scanning dapat dianalogikan seperti pencuri yang mencari pintu ataupun jendela yang dapat ditembus. Scanning juga dapat diartikan sebagai bentuk pendeteksian sistem yang masih hidup dan dapat diakses melalui internet dan apa saja service yang ditawarkan. Tahap ini merupakan resiko tinggi, jika hacker dapat menemukan kelemahan dari sebuah sistem, maka Hacker dapat mengeksploitasi jaringan tersebut.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Ping Sweeps, Port Scanning, dan lain-lain.
  1. Gaining Access
Adalah langkah yang paling penting dari Attacking dalam hal potensi kerusakan, meskipun Hacker tidak selalu harus mendapatkan akses ke sistem untuk menyebabkan kerusakan.
Faktor yang memengaruhi kemungkinan penyerang mendapatkan akses ke dalam sistem, meliputi arsitektur dan konfigurasi, skill level user dan admin, dan level akses.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : BufferOverFlows, DoS (Denial of Service), Session Hijacking, dan lain-lain.
  1. Maintaining Access
Setelah Hacker memperoleh akses ke jaringan korban, pada langkah ini Hacker menguasai sistem  dan berusaha memelihara “Kepemilikan dari sistem yang telah dikuasainya, yang berarti Hacker telah berhasil mengeksploitasi kelemahan sistem korban. Dengan kata lain, Hacker telah mengambil alih sistem tersebut. Disini juga Hacker dapat  membentuk suatu pertahanan agar sistem yang telah di”miliki”nya tidak dapat diambil kembali oleh administrator maupun Hacker lain yang juga ingin mendapatakan akses terhadap sistem jaringan tersebut.
Organisasi yang diserang juga dapat melakukan pertahanan dengan menggunakan sistem deteksi intrus (IDS) atau menyebarkan Honeypots dan Honeynets untuk mendeteksi Hacker. Dalam hal ini, Organisasi ahrus memiliki keamanan professional yang diperlukan untuk memanfaatkan konsep perlindungan.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Backdooring, RootKits, Trojans, dan Trojan Horse Backdoors.
  1. Clearing Attacks
Langkah dimana Hacker menghapus atau membersihkan jejak, bukti kehadiran, maupun aktivitas agar sistem korban  merasa tidak ada sesuatu yang salah dan juga tentunya untuk menjaga akses terhadap sistem yang telah diambil alih dan menghindari adanya deteksi.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Steganography, Tunneling, menghapus file log dan lain-lain
KESIMPULAN
Dalam Anatomy of Hacking, memuat langkah-langkah yang diperlukan dalam aktifitas Hacking sehingga dapat dilakukan secara runtut dan terperinci. Banyak cara yang dilakukan dalam setiap langkah dalam Anatomy of Hacking, yang tentunya sangat variatif sehingga akan cukup menyulitkan untuk diatasi. Oleh karena itu, Network Administrator dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi ancaman Hacker yang dapat menyerang kapan saja dan dengan berbagai cara ataupun teknik yang beragam.

Data Diri
Nama               :Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia