Senin, 07 November 2016

Retrieve Data Geospasial "Sistem Informasi Geografis, Tugas 4"

RETRIEVE DATA GEOSPASIAL
Latar Belakang
Sistem Informasi Geografis  adalah sistem yang telah dirancang untuk dapat digunakan untuk menangani data yang memiliki ruang  sehingga dapat dikatakan GIS juga dapat menggabungkan data untuk menhasilkan output yang dapat dijadikan dengan referensi untuk memutuskan masalah geografis. Pada GIS ini terdpat dua sistem yaitu sistem yang masih manual dan sistem yang sudah otomatis dengan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tetapi sekarang itu GIS yang digunakan adalah  GIS yang sudah otomatis untuk mengelolah data. Sehingga data yang dikelola itu efektif dan efesien.
Aplikasi GIS ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data tersebut berupa objek yang memiliki bentuk yang fisik serta memiliki lokasi. Oleh karena itu Sistem Informasi Geografis ini bertujuan untuk memudahkan dalam memperoleh informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut pada lokasi atau onjek. Data yang dapat diolah yaitu data yang berupa data spasial, dimana data spasial adalah data yang yang berkaitan dengan dengan lokasi keruangan yang pada umumnya berbentuk peta. Sehingga penyajian data spasial terbagi menjadi 3 yaitu point, poliline, dan polygon. Dan juga struktur data spasial ini dibagi menjadi 2 yaitu model data raster dan model data vector
Pembahasan
RETRIEVE DATA GEOSPASIAL
Jadi kita akan mengambil data geospasial vector ESRI shapefile. Seperti kita ketahui shapefile terbagi menjadi 2dbf dan shp.dbf adalah table atribut data. Shp adalah data geometri. Dimana data geometri itu geeometri standar ESRI yaitu Point, Poliline, Poligon. Poin itu adalah berupa titik, poliline adalah  berupa garis dan polygon adalah berupa daerah yaitu pertemuan antara titik awal dengan titik akhir, dapat dikatakan jugabahwa polygon adalah titik awal = titik akhir.
 Nah itu adalah data geospasial vector atau shapefile standar ESRI.Operasi pada python, pada python kit mengenalada library pyshp, dari library pyshp kita panggil dengan cara import shapefile. Istansiasi kelas shapefile kepada sebuah variable sf = shapefile.Reader(‘bts.negara.shp). sf adalah istansiasi, shapefile adalah kelas, Reader adalah method, (‘bts.negara.shp) adalah parameter fileshp. Maka disini variable sf adalah istansi dari kelas shapefile, kita bisa jalankan method di variable sf. Misalkan disini kita menggunakan instansi sf maka method terbagi 2 yaitu yaitu dbf dan shp. Method dbf jika kita menggunaka instansi sf sehingga dapat menggunakan atribut data.
Atribut data dbf terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.      sf.fields dapat digunakan untuk melihat atribut table.
2.      sf.records() dapat digunakan untuk mengambil semua record
3.      sf.record(n) digunakan untuk mengambil baris ke-n record
Atribut data shp terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.      sf.shapes() digunakan untuk mengambil semua record data geometri.
2.      sf.shape(n) dapat digunakan untuk megambil record ke-n pada baris.
Cara akses data objek itu bias melihat dengan Dir(a) yaitu terdapat beberapa bagian:
1.      BBOX atau disebut juga bonding box yaitu titik pinggiran peta, misalkan peta Indonesia terdapat titik pingiran a, b, c, dan d itulah disebut dengan bonding box dimana peta itu bisa dilihat dengan persegi panjang.
2.      Parts itu adalah apakah record ini bagian dari record lain tapi jarang digunakan.
3.      Points adalah koordinat pembentuk shapetype.
4.      Shapetype adalah data geometri standart ESRI.
Cara aksesnya adalah variable harus ditampung terlebih dahulu yaitu:
a.box
a.shapetype
a.poits

Pada data geospasial dapat melakukan select pada shapefile dengan menggunakan looping. Misalkan mencari data Indonesia sf.for a in sf.records(): memiliki algoritma yaitu mengambil data semua di iterasi 1.



Operasi Pengambilan data dengan Python
Membaca Jumlah data geometri:
>> import shapefile
>> sf = shapefile.Reader(“namafile.shp”)
>> sf.shapes()
>> a = sf.shapes()
>> len(a)

Membaca Jumlah data Geometri:
>> import shapefile
>> sf.records()
>> sf.records(n)
Kesimpulan
Retrive data geospasial adalah salah satu cara yang digunakan untuk memudahkan dan mempercepat dalam pencarian data ( data retrieval). Sehingga data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data table yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.


Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

OOP PADA PYTHON MENGGUNAKAN SOCKET "Keamanan Jaringan, Tugas 4"

OOP DI PYTHON MENGGUNAKAN SOCKET
Latar Belakang
Pada zaman semakin meningkat ini, banyak orang yang mengguakan jaringan internet untuk berkomunikasi maupun untuk hal lainnya. Seiringperkembangan zaman ini, kebutuhan jaringan internet sangat beragam, Namun tidak sedikit orang yang peduli dengan keamanan jaringan yang mereka gunakan. Sehingga memberikan celah luas untuk orang yang tidak bertanggung jawab untuk digunakan. Salah satu contohnya adalah orang yang mengakses dengan cara yang kurang baik, seperti dengan melakukan sniffing. Sniffing adalah salah satu cara untuk melakukan intercepting jaringan. Jadi, orang yang melakukan sniffing akan mudah masuk kedalam jalur dimana terdapat paket data seseoang yang terkoneksi denga n jaringan data. Sehingga paket data tersebut akan dilalui oleh orang yang melakukan sniffing. Oleh karena itu, melalui jalur ini hak akses target dapat diketahui oleh orang yang melakukan sniffing sehingga dapat dengan mudah untuk menggunakan hak akses yang ditarget.
Pembahasan
Pada python kita dapat menggunakan OOP dengan cara:
1.      Buat file anu.py
2.      Isi :
From socket import socket, AF_INET, SOCK_STREAM
Class Anu (objek):
                              Def isOpen (self, IPADD, PORD):
                        S= socket (AF_INET, SOCK_SREAM.
                        RETURN s.connect.ex((IPADD, PORT))

3.      Panggil di program utama/ console
Import anu
4.      Instansiasi ke variable
a = anu.Anu ()
5.      Panggil method
o = terbuka
SNIFFING
Apa itu Sniffing???
Sniffing adalah kegiatan untuk membaca paket data yang beredar di jaringan, setiap computer yang ada di jaringan itu akan menaruh paket, IP adalah paket dikirim kejaringan, pada hakekatnya jaringan itu berupa kabel. Misalkan ada computer, terhubung oleh switch dengan menggunaka kabel, di kabel tersebut terdapat paket, dengan adanya paket tersebut  maka tersambunglah pada switch sehingga paket tersebut sampai, dan dapat d teruskan ke computer lain. Itu merupakan bagaimana penggunaanswitch. Sedangkan hub, itu caranya berbeda lagi yaitu hub tersebut langsung mengirim paket tersebut tanpa dengan pemilan, sedangkan switch tadi itu kebalikan dari hub. Oleh karena itu, Sniffing adalah praktek membaca paket IP dari node 1 ke node yang lainnya. Dengan memiliki metode yaitu dengan melakukan intercepting jaringan/ masuk ke jalur, dimana paket melalui jalan itu ( Pemalakan). Jadi di dalam intercepting ini kita akan melakukan pemalakan pada jaringan. Tools Sniffing terbagi 3  yaitu wire sharh, TCP dump, dan Socket python.
Contoh Sekenario:
1.      Wifi kampus
2.      Laptop dosen
3.      Laptop Mahasiswa
Cara untuk menggukan akun dosen, yaitu caranya adalah sebagai berikut:
1)      Jaringan wifi kampus terdapat laptop dosen dan laptop mahasiswa tergabung dengan satu akses poin.
2)      Mahasiswa membuka sniffer di laptop.
3)      Dosen login dengan hotspot itu dengan artian dosen menyimpan paket di jaringan wifi berupa user, password from HTML method post.
4)      Sniffer di laptop mahasiswa menangkap data tersebut.
5)      Mahasiswa memakainya untuk login hotspot menggunakan akun dosen.

Cara Menggunakan/ Counter Messure dengan Mengamankan:
1)      Ubah HTTP menjadi HTTPS.
2)      Gunakan enkripsi AES/ yang lebih timggi pada enkripsi HTTPS.
Kesimpulan
Sniffing adalah kegiatan penyadapan pada lintas data di jaringan computer dengan membaca paket IP orang lain dengan menggunkan suatu device. Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan computer dengan memanfaatkan mode premicious pada Ethernet.
Saran
Sniffing merupakan hal yang tidak baik, karena dapat merugikan orang lain. Apabila kalian mencoba untuk melakukan sniffing tersebut maka kalian harus mempertanggung jawabkan pekerjaan kalian sendiri.


Data Diri:
Nama               : Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat




Senin, 31 Oktober 2016

Anatomi Hacking Keamanan Jaringan Pertemuan 3

KEAMANAN JARINGAN ANATOMI HACKING


LATAR BELAKANG
Salah satu teknologi telekomunikasi yang sangat diminati dan mulai banyak digunakan adalah teknologi wireless atau yang dikenal dengan teknologi nirkabel. Teknologi nirkabel memang memiliki beberapa keunggulan diantara adalah simpel dan praktis, untuk memanfaatkan teknologi ini orang tidak harus repot-repot menarik kabel jaringan supaya komputer kita bisa menikmati fasilitas internet, sehingga kesemerawutan karena banyaknya jalur kabel yang biasanya terjadi dan menyebabkan pemandangan menjadi kurang enak dilihat dapat diminimalkan. Teknologi nirkabel yang saat ini digandrungi dan mulai banyak diaplikasikan dibanyak tempat umum seperti: Mall, bandara, hotel-hotel, café-café, kampus, perkantoran, taman-taman umum bahkan perumahan warga (RT/RW net) adalah teknologi WiFi.
Pada kesempatan kali ini, materi yang akan dibahas adalah anatomi hacking, dimana anatomi hacking adalah sebuah langkah yang disusun secara sistematis dimana dapat dilakukan untuk proses hacking yang dapat digunakan dalam melakukan serangan hacker dengan memiliki tujuan yang jelek terhadap jaringan.
Oleh karena itu dalam anatomi ini akan membahas langkah – langkah dalam anatomi hacking yang memudahkan dalam perlindungan terhadap organisasi yang efektif dan efesien.

PEMBAHASAN

PENGERTIAN ANATOMI
Anatomy of Hacking (Anatomi Hacking) merupakan langkah-langkah yang sistematis yang dapat dilakukan dalam proses Hacking. Anatomi Hacking dapat digunakan untuk bertahan dari serangan-serangan Hacker yang bertujuan negatif terhadap sistem keamanan jaringan kita. Oleh karena itu, langkah-langkah yang terstruktur akan lebih memudahkan dalam perlindungan terhadap aset organisasi secara efektif maupun efisien.

         Berikut ini adalah Langkah-langkah dalam Anatomi Hacking yaitu sebai berikut:

  • Reconnaissance
  • Scanning
  • Gaining Access
  • Maintaining Access
  • Clearing Tracks
Untuk penjelasan mengenai langkah-langkah dalam Anatomi hacking akan dipaparkan sebagaimana penjelasan dibawah ini.
Langkah-Langkah
Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan apa saja langkah-langkah dalam Anatomi Hacking berikut penjelasan dari setiap langkah serta contohnya.
  1. Reconnaissance
Reconnaissance secara gramatikal mempunyai makna Pengintaian , untuk spesifiknya ialah memetakan jaringan dan menjelajahi sebuah jaringan. Serangan ini dilakukan untuk mencari titik kelemahan dari jaringan yang akan dijadikan korban. Pada langkah ini, keberhasilan seorang hacker ditentukan bagaimana ketelitian dalam mempelajari semua tentang jaringan korban yang akan diincar serta mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pada langkah ini, tidak ada suatu bentuk gangguan terhadap jaringan korban. Ada 2 bentuk aktivitas yang dilakukan dalam langkah Pengintaian ini, antara lain :
  • Passive Reconnaissance : Kegiatan memonitor data melalui jaringan komputer, menganalisa dan menarik kesimpulan dari informasi yang didapat tanpa merubah paket data. Contoh : Sniffing, dan Information Gathering
  • Active Reconnaisance : Kegiatan untuk mendapatkan akses kepada sistem informasi jaringan dengan menelusuri sistem target. Biasanya melibatkan port scanning, firewall maupun router. Proses pemanfaatan sistem kemudian dilakukan setelah hacker telah menemukan cara untuk mengakses sistem. Contoh : Mengakses host, mencari port-port, letak router, dan detail OS yang digunakan.
  1. Scanning
Tahapan pre-attack dimana Hacker mengumpulkan informasi jaringan korban yang lebih spesifik daripada langkah sebelumnya yaitu Reconnaissance. Scanning dapat dianalogikan seperti pencuri yang mencari pintu ataupun jendela yang dapat ditembus. Scanning juga dapat diartikan sebagai bentuk pendeteksian sistem yang masih hidup dan dapat diakses melalui internet dan apa saja service yang ditawarkan. Tahap ini merupakan resiko tinggi, jika hacker dapat menemukan kelemahan dari sebuah sistem, maka Hacker dapat mengeksploitasi jaringan tersebut.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Ping Sweeps, Port Scanning, dan lain-lain.
  1. Gaining Access
Adalah langkah yang paling penting dari Attacking dalam hal potensi kerusakan, meskipun Hacker tidak selalu harus mendapatkan akses ke sistem untuk menyebabkan kerusakan.
Faktor yang memengaruhi kemungkinan penyerang mendapatkan akses ke dalam sistem, meliputi arsitektur dan konfigurasi, skill level user dan admin, dan level akses.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : BufferOverFlows, DoS (Denial of Service), Session Hijacking, dan lain-lain.
  1. Maintaining Access
Setelah Hacker memperoleh akses ke jaringan korban, pada langkah ini Hacker menguasai sistem  dan berusaha memelihara “Kepemilikan dari sistem yang telah dikuasainya, yang berarti Hacker telah berhasil mengeksploitasi kelemahan sistem korban. Dengan kata lain, Hacker telah mengambil alih sistem tersebut. Disini juga Hacker dapat  membentuk suatu pertahanan agar sistem yang telah di”miliki”nya tidak dapat diambil kembali oleh administrator maupun Hacker lain yang juga ingin mendapatakan akses terhadap sistem jaringan tersebut.
Organisasi yang diserang juga dapat melakukan pertahanan dengan menggunakan sistem deteksi intrus (IDS) atau menyebarkan Honeypots dan Honeynets untuk mendeteksi Hacker. Dalam hal ini, Organisasi ahrus memiliki keamanan professional yang diperlukan untuk memanfaatkan konsep perlindungan.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Backdooring, RootKits, Trojans, dan Trojan Horse Backdoors.
  1. Clearing Attacks
Langkah dimana Hacker menghapus atau membersihkan jejak, bukti kehadiran, maupun aktivitas agar sistem korban  merasa tidak ada sesuatu yang salah dan juga tentunya untuk menjaga akses terhadap sistem yang telah diambil alih dan menghindari adanya deteksi.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Steganography, Tunneling, menghapus file log dan lain-lain
KESIMPULAN
Dalam Anatomy of Hacking, memuat langkah-langkah yang diperlukan dalam aktifitas Hacking sehingga dapat dilakukan secara runtut dan terperinci. Banyak cara yang dilakukan dalam setiap langkah dalam Anatomy of Hacking, yang tentunya sangat variatif sehingga akan cukup menyulitkan untuk diatasi. Oleh karena itu, Network Administrator dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi ancaman Hacker yang dapat menyerang kapan saja dan dengan berbagai cara ataupun teknik yang beragam.

Data Diri
Nama               :Fitriani M
NPM               : 1144001
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia


Rabu, 26 Oktober 2016

Create, Edit, Delete pada Data Geospasial dengan Jumlah Record

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS CREAT, EDIT, DAN DELETE PADA DATA GEOSPASIAL



LATAR BELAKANG
Kita telah mengetahui bahwa perkembangan teknologi ini akan semakin maju. Sehingga banyak cara  yang kita gunakan untuk memunculkan penemuan yang baru yang ada di dunia ini, dimana yang dimaksud adalah perkembanagan teknologi untuk kedepannya. Penemuan yang dimaksud adalah salah satunya adalah GIS. Dengan adanya penemuan tersebut maka sangat membantu dalam menyelesaika masalah.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa adanya kemajuan maka system tersebut tidak berguna. Oleh karena itu saling mendukung satu sama lain. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan jaringn
Dengan adanya perkembangan tersebut maka kita akan lebih mengerti dengan penggunaan system tersebut, karena dengan aplikasi ini maka dapat membantu dalam melakukan interaksi sehingga komunikasi yang dilakukan berjalan dengan lancar.

PEMBAHASAN
Pada pertemuan kai ini saya akan memaparkan tentang data geospasial. Dimana data geospasial memiliki 2 bagian yaitu data vector dan data raster. Data vector itu adalah kumpulan titik yang membentuk garis putus-putus, sehingga garis putus-putus tersebut akan membentuk sebuah daerah. Sedangkan data raster adalah suatu daerah yang dapat diliat dengan penginderaan dengan ukuran kecil, sehingga dapat pula menggunakan alat.
Pembahasan yang paling penting adalah create, edit, delete pada data geospasial. Tetapi kaliini kita membahasas matteri yang mengarah pada shp. Pada shp ini terdpat banyak peta yang dapat kita download dengan gratis misalkan provinsi, Negara, dll. Ini merupakan shape yang paling umum digunakan. Pada shapefile terutama di maps merupakan peta dunia dengan batas – batas Negara dll yang mempunyai tingkat skala yang berbeda – beda.

Dalam file tersebut data disimpan dengan bentuk koordinat sehingga dapat diakses langsung dengan bentuk record. Seperti yang dijelaskan sebelumnya tentang pembagian vektor yaitu titik, garis, dan daerah bahwa ini mendukung format shapefile.

KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka kita dapat menarik kesimpulan dengan adanya gis maka komunikasi yang dilakukan oleh manusia dapat berjalan dengan adanya GIS, GIS juga dapar digunakan untuk bisnis sehingga bisnis yang kita jalanka akan berjalan dengan baik. Misalkan kita ambil contoh yaitu salah satu perusahan, maka pads pembahasan kali ini kita dapat menggunakan cara – cara shapefile dengan menentukan daerah-daerah dengan jauh. Oleh karena itu pada tugas ini juga kita dapat menentukan record pada suatu daerah, di sini terdapat 255 record yang telah kita praktikkan.

SARAN
Untuk saran kedepanya mudah-mudahan akan lebih baik, cari referensi yang mendunkung dengan pembahasan yang diambil. Belajar dengan baik sehingga lebih menguasai materi- materi sehingga pembahasan akan lebih baik pula.


Data Diri:
Nama    : Fitriani M
NPM     : 1144001
Kelas    : 3D
Prodi     : D4 Teknik Informatika
Kampus : Politekik Pos Indonesia





Selasa, 25 Oktober 2016

Keamanan Jaringan Vulnaribilitas Pertemuan2

KEAMANAN JARINGAN
VULNABILITIES

LATAR BELAKANG
Seiring perkembangan IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), perkembangan tersebut sejalan dengan perkembangan manusia juga. Misalkan dunia pendidikan, ini terbukti contoh pada buku yang merupakan sarana untuk pendidikan serta komunikasi.
Judul ini sangat menarik menurut saya, oleh karena itu pada kesempatan sebelumnya kita telah mempelajari keamanan jaringan, untuk sesempatan kali ini saya akan membahas tentang Vulnaribilitas. Setelah kita mempelajari keaman jaringan kita akan mengerti tentang perlunya keamanan pada komputer.
 Oleh karena itu keamanan jaringan merupakan suatu kesalahan yang memiliki kekurangan untuk penggna, sehingga pengguna dapat mengakses ke dalam jaringan yang akan di akses.


ISI
PEMBAHASAN
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi tentang Vulnabilities. Dalam keamanan jaringan, Vulnabilities merupkan sistem yang dimana terdapat kelemahan sehingga bias di explorer sehingga mengakibatkan sistem tidak bekerja dengan baik. Dengan kelemahan tersebut mengakibatkan admin tidak dapat diketahui. Adanya vulnabilitas mengakibatkan munculnya upaya yang dapat diketahui untuk mengetahui eksploitas. Sihingga vulnabilitas adalah sesuatu yang menyebabkan keamanan yang tidak bergaransi. Seperti ysng kits ketahui TCP/IP terbagi menjadi .Aplication, transport, IP, Netwotk Access. Aplication yang terdapat di TCP/IP berupa Port. Contoh http menggunkan port 80, ftp menggunakan port 21 dan ssh menggunakan Port 22.Untuk mengecek port dapat menggunakan talnet. Port ditandai dengan adanya tanda : (titik dua) Contoh talnet www.poltekpos.ac.id dengan menggunkan spasi, spasi tersbut untuk port misalkan untuk http jadi port yang digunakan adalah 80.
 Misalkan pada saat melakukan paktikum, jika tanda connected berate membuka aplikasi yang ada di port 80. Setelah itu kita dapat keluar setelah tanda connected tadi. Selain port 80, yaitu terdapat port 21 yang merupakan aplikasi ftp dan 22 adalah port untuk ssh, ini dingunakan untuk perintah komen di unix.Tetapi mempunyai kelemahan yaitu dapat mecoba user root untuk unix. Misalkan root www.poltekpos.ac.id tru kita bisa melakukan perintah yes jika saat melakukan praktikum. Jika masuk kita dapat melakukan format data- data yang ada di poltekpos. Maka itulah yang dinamakan SSH.Vulnabilitas ada karena seseorang deplover ingin mengapload file hasil deplovment web ke public dengan menggunakan ftp dan ssh, Itulah yang dinamakan vulnabilitas dimana orang lain juga bisa masuk.Memang secara fungsi vulnabilitas sangat membantu tetapi secara keamanan sangat berbahaya pula.Semua aplikasi yang ada di TCP/IP itu berbasis port, port,dan port tidak ada yang lain.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka saya dapat menarik kesimpulan sesuai dengan materi tentang Vulnalitas yaitu Vulnabilities merupkan sistem yang dimana terdapat kelemahan sehingga bias di explorer sehingga mengakibatkan sistem tidak bekerja dengan baik. Dengan kelemahan tersebut mengakibatkan admin tidak dapat diketahui. Adanya vulnabilitas mengakibatkan munculnya upaya yang dapat diketahui untuk mengetahui eksploitas. Itulah yang dinamakan vulnabilitas dimana orang lain juga bisa masuk.Memang secara fungsi vulnabilitas sangat membantu tetapi secara keamanan sangat berbahaya pula.
SARAN
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis berharap kedepannya akan lebih baik dan dapat mempertanggun jawabkan semua referensi yang dijadikan sebagai sumber.



Data Diri:
Nama        : Fitriani M
NPM         : 1144001
Kelas         : 3D
Prodi         : D4 Teknik Informatika
Kampus     : Politeknik Pos Indonesia



Kamis, 20 Oktober 2016

Kapita Selekta-1144001-Cara Membuat Repository, SSH, Git Push, dan Git Pull

KAPITA SELEKTA
Latar Belakang
          Seorang programming yang sering sering melakukan perubahan terhadap project yang ia kerjakan baik dalam penambahan maupun penghapusan pada file project serta penghapusan file, maka sofrware yang paling cocok adalah GitHub.
            Dalam peggunaan Git ini tidak semudah dengan menggunakan software yang lain karena terdapat banyak penggunaan istilah yang jarang di dengar. Tetapi Git sangat cocok untuk seseorang programmer karena di Git terdapat banyak referensi yang dapat dilihat katena merupakan open source, bisa dilihat oleh semua orang yang menggunaka Git. . Pada GitHub ini terdapat kelebihan yaitu saat kita membuat sebuah repository trus kita simpan atau kita apload, apabila telah di apload dann ingin melakukan perubahan maka project lama akan tetap tersimpan dan tidak akan hilang
            Oleh karena itu Git ini sangat membatu,dan menyelesaikan masalah yang di temukan sehingga masalah tersebut terselesaikan dengan solusi yang tepat.Sehingga  menarik dalam pembahasan kali ini.
Pembahasan
Pada kesempata kali ni saya akan menjelaskan bagaimana cara penggunaan GitHub di Windows. Sebelum melangkah lebih jauh hal yang paling pertama yang harus kita ketahui tentang  apa itu GitHub???. GitHub adalah tempat penyimpanan berbagai macam project yang bisa dikatakan media sosial bagi orang programmer sehinga dapat dilihat oleh siapa saja. Pada GitHub ini terdapat kelebihan yaitu saat kita membuat sebuah repository trus kita simpan atau kita apload, apabila telah di apload dann ingin melakukan perubahan maka project lama akan tetap tersimpan dan tidak akan hilang. Jadi kita dapat melihat peningkatan project yang telah kita lakukan.
Sehingga pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana cara upload file ke repository GitHub.
·         Adapun perangkat yang dapat kita gunakan adalah:
1.      Akun GitHub. Apabila kita akan mengapload project tentunya kita harus mempunyai akun GitHub. Jika belum maka sebaiknya buat akun dulu.
2.      Software Git. Pastikan software ini sdah terinstal

Setelah keduanya sudah ada, maka kita dapat mengapload project yang telah kita buat, Langkah yang harus kita lakukan adalah:
·         Kita buat repository di GitHub, dengan cara kita mengklik simbol repo yaitu “Create new repository”
·         Setelah selesai, kita beri nama repository tersebut, kemudian kita akan beri nama repository tersebut yang telah kita buat jika perlu, kemudian lakukan setting public, public itu menandakan bahwa repository yang telah dibuat dapat diakses oleh semua orang . kalau perlu,kita dapat menambahkan kategori, kalau tidak maka penambahan kategori tidak perlu dilakukan.
·         Kemudian kita klik “Create repository”
·         Setelah repository yang suadah dibuat berhasil, maka di HTTP/SSH akan mengeluarkan kunci yang dapat digunakan untuk remote repository dari software Git tersebut.
Setelah berhasil membuat repository, maka klik kanan pada folder project yang ingin di upload.
·         Klik kanan pilih “Git Bash”,maka akan muncul command prompt.
·         Apabila anda merupakan pengguna baru dalam penggunaan software Git, sebelumnya harus melakukan konfigurasi username dan email.
·         Setelah selesai lakukan inisiasi dengan cara mengetikkan:
Git init
·         Setelah ini,tambahkan file yang terdapat di dalam folder project kita. Dengan cara:
Git add**
·         Commit project sesuai versi,misalkan menggunakan versi 1.0.0
Git commit –m “versi 1.0.0”
·         Buatlah Commit pada project,dengan cara remote repository yang telah di buat sebelumnya, dengan menggunakan kuncinyang deberikan yang terdapat pada repository tadi. Dengan cara:
Git remote add origin (masukkan kunci yang ada sebelumnya)
·         Setelah selesai langkah yang harus dilakukan adalah, pull project. Dengan cara:
Git pull origin master
·         Langkah yang paling terakhir dilakukan adalah mengirim project ke repository,ketikkan:
Git push origin master



Kesimpulan dan Saran
Ø Kesimpulan
Git ini tidak semudah dengan menggunakan software yang lain karena terdapat banyak penggunaan istilah yang jarang di dengar. Tetapi Git sangat cocok untuk seseorang programmer karena di Git terdapat banyak referensi yang dapat dilihat katena merupakan open source, bisa dilihat oleh semua orang yang menggunaka Git. . Pada GitHub ini terdapat kelebihan yaitu saat kita membuat sebuah repository trus kita simpan atau kita apload, apabila telah di apload dann ingin melakukan perubahan maka project lama akan tetap tersimpan dan tidak akan hilang
            Oleh karena itu Git ini sangat membatu,dan menyelesaikan masalah yang di temukan sehingga masalah tersebut terselesaikan dengan solusi yang tepat
Ø Saran
Dalam menggunakan Git harus teliti, harus mengikuti aturan agar tidak muncul permasalahan. Sehinnga berjalan dengan lancer sampai project yang di buat itu selesai.


Data Diri:
Nama               :Fitriani M
NPM               :1144001
Kelas               :3D                                                                               
Prodi               :D4 Teknik Informatika
Kampus           :Politeknik Pos Indonesia